Kamis, 27 Mei 2010

Sinopsis Smile, You episode 26

Dari rumah Jung In, Kang Hyun Soo dan Seo Jung In berangkat menuju tempat tujuan ski resort naik mobil BEAT mereka. (aku baru sadar lagi nulis 2 sinop.smile dan BV tokoh2 utamanya nama marganya sama Kang). Mereka menikmati perjalanan ini.
"Jung In, gimana kalo kita pergi ke tempat lain aja", canda Hyun Soo iseng (biar cm berduaan aja ya ;P)
Jung In juga sebenarnya ingin berduaan pergi ke pantai dengan Hyun Soo.
"Tapi musim sepeti ini ke laut sangat dingin", komentar Hyun Soo
Hyun Soo lalu pura-pura kedinginan
"Aku sudah setel penghangatnya, kenapa tidak jalan ya", kata Hyun Soo akal-akalan.
Jung In tahu akal-akalan Hyun Soo yang cuma ingin dipegangi tangannya
"Kalau gitu kau perlu perbaiki heaternya", balas Jung In memegang tangan Hyun Soo.

Di mobil Sang Hoon, Seo Jung Kil yang mendapat telepon dari Lee Han See tak percaya apa yang di dengarnya
"Yang terdaftar di rumah itu adalah nama Baek Geum Ja",  kata Lee Han Se
"Baek..baek Geum Ja?!?", Jung Kil heran tak percaya
Baek Geum ja penasaran mendengar namanya disebut
"Tidak mungkin..Baek Geum Ja adalah ibunya Kang Hyun Soo", kilah Jung Kil
Lee Han Se gantian yang terkejut, dia merasa sekertaris Kim yang salah mendapatkan datanya.
"Apa dia lahir tahun 1958 bulan agustus?", tanya Han Se.
Geum Ja mengiyakan bahwa dia lahir tahun itu. Jung Kil dan Han Se merasa semua ini seperti lelucon.
RUmah peninggalan kakek Jung In sampai ke tangan Geum Ja.
Geum Ja terus penasaran karena namanya selalu disebut-sebut. SEmuanya heboh sampai tempat peristirahatan. GEum Ja lalu merebut HP Jung Kil.
"Kamu ini Lee Han Se khan?", tebak Geum Ja
"Bibi, juallah rumah itu padaku", pinta Han Se
Geum Ja juga bingung dia tak mengerti semua tentang ini.
Tapi begitu sadar ini tentang rumah dan warisan, mereka jadi ribut dan heboh. Geum Ja dan Sang hoon mengira rumah itu adalah rumah kakek dan car centre. Mereka lupa telah berjanji bertemu dengan Jung In dan Hyun Soo dan segera berbalik pulang ke rumah. Saking penasarannya dan ingin mendapat penjelasan hal ini mereka lupa untuk menunggu Jung In di sana.



Jung In dan Hyun Soo tiba di tempat pemberhentian, tempat dia dan rombongan orang tuanya berjanji bertemu. Namun tidak ada tanda-tanda mereka datang ke sana. Jung In menelepon kakek di rumah. dan kakek pun tidak mendengar kabar dari mereka. Kakek menyuruh mereka berangkat saja berdua.
Mereka mengira mungkin karena antusiasnya piknik mereka sampai lupa berhenti. Sebelum melanjutkan perjalanan Hyun Soo dan Jung In mengambil foto lucu mereka berdua sebagai kenang-kenangan.

Di rumah kakek masih bersama So Nyu di rumah. Kakek yang terlalu baik dan polos memberinya makan malam. Wanita itu senang saja makan dan bisa berlama-lama bersama kakek, padahal awalnya alasannya ke sana hanya untuk mengantar undangan  melakukan general check up bersama-sama.
Kakek lalu kedatangan tamu lagi. Kakek Joon Bae yang tahu kakek ditinggal keluarganya pikinik ingin menemani Kakek di rumah. BEgitu mendenganr suara Joon bae, So Nyu panik (makanya kalau deketin kakek2 satu aja jangan dua duanya mau diembat hehe). Dia berkata pada kakek takut Joon Bae salah paham, dan minta ijin bersembunyi di kamar. Kakek yang tidak merasa bersalah sih cuek aja. Saat tak terlihat Jooe Bae, dia pun buru-buru pulang.

Sung Joon ke rumah Ji Soo. Dia bilang ingin menginap malam ini di sana. Tapi Jung Kyung yang curiga kakaknya cuma cari alasan menyuruh kakaknya pulang
"Aku tidak bisa pulang. Kakek sedang ada bersama wanita", kata Sung Joon bergossip.

Dalam perjalanan, Jung In sudah mulai capek. Hyun Soo menyuruhnya tidur
"Nanti bagitu sampai di sana aku bagunkan", tawar Hyun Soo
"Ga ah kalau aku tidur, aku takut Oppa mengantuk", jawab Jung In.
Jung In ingin menyetel musik tapi Hyun Soo memintanya menyanyi saja.
"Aku tidak mau menyanyi jika tidak ada mikrofon", kata Jung In (biasa karaokean kali ya hihi)
Jung In akhirnya merekam suara di HP, seolah-olah sedang siaran.
"Aku si katak bermata besar Seo Jung In, aku punya pacar yang bodoh. Aku akan menyanyikan lagu I Can't Sleep (OST Smile, Yo yang dinyanyiin sama ShinJi)", kata Jung In memulai siarannya
"sari ppajyeoyo...jamdo motjayo (Aku tidak bisa terlelap, berat badanku turun)", Jung In mulai menyanyi bait pertamanya

Hyun Soo tak tahan ingin mencandai Jung In
"Oh berat badanmu sekarang sudah turun?", kata Hyun Soo jail.
Jung In sempai kesal dan merajuk tak mau nyanyi lagi
"Kekasih siapa sih yang pintar menyanyi", rayu Hyun Soo
Jung In lalu melanjutkan lagunya (boleh cek aja di postingan OST MV smile you ya, I cant sleep by Shinji bait pertama)
"iyuneun jal mollayo...jakku meonghani maeil nan ureoyo..geudaeman chajayo (namun ku tak tahu sebabnya..tiap hari ku kerap melamun dan menangis...yang kucari hanya dirimu)"

"gakkai sondaheuldeusi.. neul japhildeusi, geudaen geureoke seoinneunde,meolgiman hajyo (tangan kita seolah olah dekat, kau seolah-olah akan menggenggam tanganku, kau berdiri di sana... tapi terasa jauh)"
mereka lalu berpegangan tangan dan berdekatan satu sama lain (kec. sopir angkot, ko co klo lagi nyetir mobil kliatan keren ya)

Tak lama kemudian tempat tujuan mereka sudah terlihat di depan, tempat yang indah yang dipenuhi salju. Hyun Soo dan Jung In langsung berteriak kegirangan.

Mereka lalu turun dari mobil dan naik semacam ban dan berlomba meluncur turun di atas salju.
Lalu mereka bersenang-senang bercanda sambil perang-perangan salju. mereka ga hanya pasangan romantis tapi juga seru. (klo LBH dan KTH maen salju di IRIS jadi kerasa boring klo dibandingin sama HS- JI di smile )

Rombongan Baek Gem Ja dan Seo Jung Kil kembali ke rumah. Kakek dan Joon Bae  heran. Apa lagi Baek Geum Ja dan Jung Kil yang seperti anak kecil terlihat memperebutkan ingin dekat-dekat kakek.
Geum Ja salah tangkap permbicaraan Han Se tadi, dia kira yang dimaksud rumah adalah rumah kakek, padahal maksudnya rumah lama Jung In. Jung Kil merasa kege-eran, dia pikir kakek sengaja menyelamatkan warisan rumah itu dari ayahnya dan sementara dituliskan atas nama geum Ja.
Sang Hoon lalu meminta pada ayahnya agar tidak menjadi ribut dan salah paham sebaiknya wasiat itu dikemukakan saja. Kakek lalu menaruh surat wasiat itu dan dibaca oleh Sang Hoon. Isinya bahwa orang tua Seo Jung Kil dulu ternyata memberikan 50% bagian perusahaannya pada kakek. Tapi kenyataannya kakek tidak mengambilnya dan sekarang pun perusahaan itu sudah bangkrut. Jadi warisan yang diharap-harapkan Seo Jung Kil sebenarnya tidak ada.

Kakek hanya mengambil esensi dari surat wasiat itu. bahwa majikannya begitu mempercayai dia yang bukan apa-apa dan rela memberikan setengah hartanya pada kakek. Sehingga saat Jung Kil jatuh dia merasa berkewajiban mengurus dan menampungnya. Jika waktu itu jung kil memaksa memberikan warisan yang sebenarnya tidak ada atau rumah Kakek sama saja menyuruh dirinya mati, atau menganggap ikatan keluarga mereka putus. Dan mengenai rumah lama Jung In, memang kakek yang membelinya lewat Kakek Joon Bae dengan tabungannya berhasil dia kumpulkan sepanjang hidupnya(kakek ternyata pelit karena nabungnya kenceng). Kakek merasa rumah itupun berarti untuknya karena pernah ditampung disana dan sanghoon pun pernah lahir di sana. Kakek pun memutuskan memberikan rumah itu pada Geum Ja orang yang sepetinya tidak akan menjualnya dan karena Geum Ja-lah kakek merasa tenang hidupnya dan bisa menyisihkan banyak uang. Geum Ja terperanjat tak percaya.
"Menantu, kamulah yang selama 30 tahun sangat apik soal uang 1000 won dan 2000 won tidak dihambur-hamburkan", kata kakek. Dia lalu memberikan sertifikat rumah itu pada Geum Ja.
Geum Ja menangis terharu dan merasa tak percaya. Dia juga merasa malu dan bersalah karena selama ini sering berkeluh kesah dan berprangsanka buruk pada kakek.
Giliran Seo Jung Kil yang merasa sanga kecewa, dia merasa rumah itu adalah rumahnya.

Hyun Soo menelepon ke rumah, dia merasa heran tidak menemukan rombongan orang tua mereka di sana. Hyun Soo kaget karena orang tuanya lah yang menerima telepon
"Ibu, mengapa kau malah ada di rumah?!"
Geum Ja berkata ada seseuatu yang penting yang tadi mereka bicarakan dan minta anaknya segera pulang saja. Geum Ja tidak merinci hal pening apa, Hyun Soo jadi penasaran, dan Jung In yang malah cemas. Dia takut pulang, takut rahasia back street mereka terbongkar. Hyun Soo akhirnya memutuskan beristirahat dulu di sanadan memcoba main ski, karena dia sudah terlanjur membooking 2 kamar hotel. Kamar Jung In dan Hyun Soo bersebelahan. Hyun Soo lalu bersantai, keluar ke lobby kamarnya, Jung in juga ternyata sedang di lobby luar kamarnya dan ada di seberangnya.

Tak lama kemudian, Hyun Soo terlihat sudah ada di lobby kamar Jung In (hayoo nakal masuk2 kamar Jung In ih).

Malam itu juga Mereka lalu main ski. Hyun Soo ternyata belum pandai main ski. Jung In yang sudah lihai mengarahkan Hyun Soo. Tapi tetap saja hyun soo masih jatuh dan terpeleset.
 Saat Jung In bermaksud menolong Hyun Soo berdiri, Hyun Soo malah menarik Jung In jatuh bersamanya. Hyun Soo yang lagi "nakal" mengajak Jung In bermesraan.

Saat Si mupeng Hyun Soo sudah mau beraksi, tiba-tiba ada pemain ski yang mendekati mereka dan memerciki banyak salju ke mereka berdua. Orang itu bahkan mengambil sebelah papan ski Jung In dan langsung meluncur turun.
Jung In emosi  dia mengambil papan ski Hyun Soo dan mengejar orang yang kurang ajar mengambil papan skinya. Saat sampai di bawah ternyata orang itu adalah Lee Han Se.

Lee Han Se dibantu sekertaris Kim, sengaja mencari akal untuk membuat Jung In terpisah sementara dari Hyun Soo. Lee Han Se ingin mengambil kesempatan untuk kencan berdua dengan Jung In. Han Se memberikan minuman untuk Jung In, tapi Jung In sedang marah dan kesal merasa diliciki. Dia berkata bahwa dia sudah tidak akan menyukai Le Han Se lagi walau Han Se berusaha keras untuk mengambil hatinya.
Jung In lalu ingin pergi, tapi Han Se memintanya menunggu sejenak. Han Se sedang membuat boneka salju untuk Jung In, dan ingin Jung In melihat hasilnya. Han Se berkata inilah pertama kalinya dia membuat sesuatu sendiri. Han Se juga berkata dia bersedia belajar memasak dan memasak makanan  untuk Jung In. Jung In trenyuh juga dia tidak jadi pergi. Han Se lalu berkata bahwa Jung In tak perlu membayar cincin itu lagi karena sudah dibayarkan oleh Hyun Soo. Jung In kaget. saat bersamaan Hyun Soo pun datang menemukan mereka.
Han Se berkata pada Hyun Soo karena dia tidak bisa menerima dobel pembayaran dari Hyun Soo dan Jung In. Jung In merasa harga dirinya terusik, dia kesal dan langsung pergi meluncur turun. Mereka berdua mengejar jung In turun. Tapi kemudian Hyun Soo membiarkan Jung In pergi sejenak.

Sang Hoon cemas dia dari tadi berusaha menelepon Hyun Soo tapi tidak diangkat (lagi asyik pacaran dan maen ski oom). Geum Ja sampai heran
"Hyun Soo khan pandai menyetir, kamu tak perlu cemas begitu", sahut Geum Ja
(Ini mah cemas yg lain takut anaknya kencan sama Jung In hehe)
Sang Hoon akhirnya berhasil menelepon Hyun Soo dan berkata bahwa dia sempat melihat Hyun Soo dan Jung In berciuman saat acara launching BEAT. Sang Hoon ingin Hyun Soo mempertimbangkan kondisi 2 keluarga yang sedang tidak baik dan mengakhiri kencannya dengan Jung In.
"Aku tidak bisa, nanti aku akan mengatakannya begitu sampai di rumah", kata Hyun Soo

Hyun Soo lalu bermaksud mengajak Jung In pulang. Jung In tidak mau membuka pintunya. Hyun Soo berkata menunggunya di mobil. Saat sampai di mobil. Hyun Soo melihat 2 ban mobilnya telah dicopot. Han Se rupanya menyuruh sekertarisnya agar tidak membiarkan mereka berdua pergi dulu dari sana.

Hyun Soo lalu menemui Jung In yang sedang melamun di kamarnya. Dia berusaha membujuk Jung In agar tidak marah lagi (di sini Jung In ko keliatan cantik banget dan Hyun Soo juga keliatan ganteng banget, seneng banget liatnya).

"Kapan kamu melunasi uang cincin itu?"tanya Jung In
"Rasanya sejak aku mulai jatuh cinta padamu", rayu Hyun Soo (ayo episode brapa ada yang inget ga? hehe)
Jung In merasa dilangkahi dia merasa bisa membayar uang itu dengan jerih payahnya sendiri.
"Hutang sebanyak itu Kau akan mencicilnya sampai 10 tahun? dan selama 10 tahun kau berarti akan menemui Han Se terus?" goda Hyun Soo
"Tidak sampailah 10 tahun paling 5 tahun", tawar Jung In
"Tadi saja kau menemui Han Se aku cemburu, apalagi kalau selama 5 tahun", kata Hyun Soo.
"Bagaimana kalau kau menemui dan membayarkannya padaku saja. karena aku mencintaimu kau boleh membayar tanpa bunga", canda Hyun Soo.
Jung In pun sudah tidak marah lagi.
Hyun Soo lalu memeluk Jung In. Perlahan Hyun Soo berkata bahwa ayahnya , Sang Hoon sudah tahu hubungan mereka. Jung In langsung tegang dan cemas. Tapi Hyun Soo ingin Jung In tidak melupakan janji mereka untuk bicara terus terang pada keluarga mereka.
Lee Han Se datang, begitu melihat mereka berpelukan dia langsung memisahkan mereka,dan membawa Hyun Soo keluar kamar.

Tengah malam, di rumah Ji Soo.  Sung Joon ingin tahu lebih jauh tentang gerombolan yang menghajarnya. Tapi Ji Soo malah minta mereka berdua putus hubungan saja. Ji Soo beralasan dia tidak mau ketenangannya jadi terganggu karena masalah ini. Sung Joon kecewa mengatahui Ji Soo terganggu karena kehadirannya. Sung Joon sedih dan patah hati.  Sebenarnya Ji Soo yang sedih ,selain dia tak mau Sung Joon terlibat masalah dengan mantan pacarnya gang motor itu, dia merasa mama Sung Joon tak suka padanya.
Malam itu Sung Joon terus merenung di kamarnya sendirian.

Pagi hari Hyun Soo dan Jung In berhasil melepaskan diri dari Han Se dan langsung pulang ke rumah. Di jalan Hyun Soo menelepon ke rumah. Geum Ja yang pagi itu tampak senang sekali menerima telepon (gimana ga seneng dapet durian runtuh hehe).
"Bu, saya segera pulang. semua orang tolong kumpulkan di rumah ya, ada yang mau kukatakan pada semuanya", kata Hyun Soo. Jung In merasa tegang.
"Oh Iya, ibu juga ada kabar yang ingin kukatakan padamu", kata Geum Ja senang
Hyun Soo dan Jung In saling menggenggam tangan untuk mendapatkan kekuatan bersama.

Pagi-pagi Sung Joon bermaksud mengajak Ji Soo menemui orang tuanya. Setelah merenung Sung Joon masalah Ji Soo adalah takut hubungan mereka tidak direstui orang tuanya. Sung Joon lalu memutuskan untuk meminta ijin pada orang tuanya.

Hyun Soo dan Jung In tiba di rumah. Mereka turun dari mobil, berpegangan tangan untuk memantapkan tekad mereka. Sang Hoon yang melihatnya di halaman mencegahnya, dia cemas dan prihatin.
"Ayo sini aku mau bicara", cegah sang hoon
"Ayah, kali ini biar aku yang bicara", kata Hyun Soo tegas.

Jung In dan Hyun Soo lalu masuk ke dalam rumah. Geum Ja menyambut di pintu, dia heran melihat anaknya berpegangan tangan dengan Jung In. Begitu juga Jung Kil dan istrinya.
Mereka berdua berlutut di depan orang tua mereka
"Ijinkanlah kami untuk secara resmi berpacaran", pinta Hyun Soo tanpa basa basi
Geum ja bingung dia merasa tak percaya apa yang di dengarnya
"apa tadi yang mereka bilang?!", tanya Geum Ja pada Jung Kil
"Mereka berpacaran", kata Jung kil yang kaget juga

Sung Joon dan Ji Soo yang baru datang juga tak menyangka Hyun Soo bertindak secepat itu 
"Kami berdua saling mencintai, ijinkan kami", tambah Hyun Soo

"Saya akui saya banyak kekurangan", tambah Jung In.
Geum Ja syok mendengarnya

Sinopsis Smile, You episode 25

Kang Hyun Soo membawa Seo Jung In menyingkir dari keramaian. Lewat pengeras suara, Direkturnya, Lee Han Se memanggil-manggilnya
“Manager Kang Hyun Soo...Manager Kang Hyun Soo”
“Oppa, mereka memanggilmu. Ini hari penting bagi Paman dan Bibi juga”, kata Jung In panik
Hyun Soo tak bisa menahan rasa cemburu di dadanya lagi dia langsung mencium Jung In
(yang belum 17 jangan ngebayangin, tdnya mau nulis lebih tp ah ga jadi deh byk anak-anak ini mah urusan ibu2 hahaha)
Sang Hoon yang datang menyusul Hyun Soo, tak sengaja melihat keduanya.
Dia syok.
Hyung Soo berbicara pada Jung In menatapnya lekat-lekat
“Jung In, aku benar-benar tak bisa menunggu lagi. Apa yang akan kita lakukan?”, kata Hyun Soo yang tak sabar ingin mengungkapkan hubungan mereka
“Mulai sekarang kamu mungkin akan banyak menangis. Berjanjilah padaku kamu tidak akan goyah dan tetap bersamaku”, pinta Hyun Soo, dia sadar perjalanan mereka akan berat nanti
“Oppa...”
“Berjanjilah padaku”, kata Hyun Soo sambil memegang wajah Jung In. Jung In mengangguk.
Hyun Soo lalu kembali ke acara launching. Dia sempat bertemu Geum Ja
“Ibu akan ada yang kukatakan padamu , nanti”

Hyun Soo lalu melangkah ke podium untuk memberikan sambutan sebagai projek manager peluncuran mobil BEAT. Hyun Soo berkata bahwa mobil ini bagai surat cinta dari mereka untuk para pelanggan.
Mereka, para engineer mencurahkan segala pikirannya agar mobil ini bisa dicintai pelanggan. Dia juga berkata tanpa kerjasama semua timnya, misi ini tidak akan bisa diselesaikan. Hyun Soo sesekali melihat Jung In di
belakang, Jung In tersenyum dengan bangga. Sang Hoon akhirnya sadar bahwa Hyun Soo sering sekali memandang ke arah Jung In
Hyun Soo lalu bercerita sedikit tentang dirinya dan keluarganya. Bahwa dulu bersama kakek dan ayahnya sering memperbaiki mobil yang “sakit”. Lalu mereka punya impinan untuk membuat mobil yang “sehat”. Mendengar nama ayah dan kakeknya disebut Sang Hoon dan Geum Ja sangat bangga.
Terakhir Hyun Soo sekalian meresmikan peluncuran ini. Dan semua orang bertepuk-tangan, termasuk Geum ja yang sangat bahagia sampai menangis. Han Se sempet kesal karena bagian terakhir itu seharusnya bagiannya
“Hey, dia langsung mengatakan semuanya, itu khan harusnya bagianku, dia itu pemilik Global apa?!”

Jung In lalu pulang bersama Sang Hoon dan Geum Ja. Hyun Soo tidak menyangka Jung In dan orang tuanya langsung pulang, Hyun Soo tadinya akan langsung mengungkapkan hubungan mereka, tapi Jung In masihberusaha menghindar. Dia berkata bahwa dia dan Geum Ja akan menyiapkan makan malam unuk Hyun Soo dan Tim BEAT.

Di rumah Geum ja menyiapkan hidangan spesial buat Hyun Soo dan tim BEATnya. Jung In memakai kersempatan ini untuk membantu dan mengambil hati Geum Ja.
Kakek datang, Sang Hoon dan Geum Ja bercerita dengan banggga bahwa saat berpidato Hyun Soo juga membanggakan kakek dan car centrenya. Kakek bahagia, dia lalu menambahkan banyak uang belanja untuk makan malam spesial nanti.
“Ini baru pertama kalinya, kakek mengosongkan dompetnya”, kata Geum Ja senang.
Dia lalu memitna Jung In berbelanja dan memanggil Ji Soo untuk ikut membantu.

Jung In meng-sms Hyun Soo
“Berita terkini: Ada keajaiban, Kakek Kang Man Book membuka dompetnya lebar-lebar. Sungguh hari yang bahagia, cepatlah pulang ke rumah”
Sang Hoon mengamati Jung In yang senyum-senyum sendiri sambil meng-sms. Dia curiga. Hyun Soo tersenyum membaca sms Jung In dia membalas

“Hey katak, saya kan pulang sekarang. Stelah teman-teman makan malam bersiaplah”
Sang Hoon terus mengamati Jung In.
“Itu tadi Oppa, paman. Dia berkata kan segera pulang”, kata Jung In pd Sang Hoon. Jung In juga meminta tolong paman menyalakan pohon terang.

Seo Jung Kil pulang ke rumah, dia terkesan akan bau makanan enak. Dia lalu berbicara dengan Sang Hoon
“Ini untuk merayakan keberhasilan Hyun Soo”, kata Sang hoon. Jung Kil ingin Han Se datang juga.
“Bagaimana jika Jung In menikah dengan laki-laki lain selain Han Se”, tanya Sng Hoon
hati-hati.
“Jika keluarga lebih baik mungkin aku setuju, tapi itu khan sulit”, kata Jung Kil yang mata duitan. Sng Hoon yakin tak ada orang yang mau berbesanan dengan dia
“Tidak usah khawait aku juga tidak mau berbesan denganmu. Saat Hyun Soo berkata dia dulu menyukai Jung Kyung, aku seperti mau pingsan!”, kata Jung Kil
Sang Hoon marah.
“Maksudku bukan Hyun Soo yang buruk. Tapi...ini tidaklah”, kata Jung Kil.
“Aku juga, aku mana mau punya hubungan denganmu!”, balas Sang Hoon
(yah...masih jauh deh HS dan JI, orang tuanya aja ga akur mlulu hehe)

Akhirnya Hyun Soo dan timnya sampai di rumah. Semua orang menyambutnya. Go Joo Hee dan Jung Kil juga mengucapkan selamat untuk Hyun Soo. 
Hyun Soo memperkenalkan keluarga Jung In pada teman-temannya. Semua keluarga hadir termasuk Ji Soo. Teman wanita Hyun Soo sepertinya naksir Sung Joon dan Go Joo Hee tak keberatan dengan itu. Ji Soo yang mendengarnya tidak enak, dia lalu pergi.

Han Se ternyata menyusul datang ke rumah Hyun Soo, walau tidak diundang dia merasa berhak datang. Dia bahkan membawa makanan dan minta makanan yang lama disingkirkan. Jung In marah karena ini hasil kerja kerasnya dengan Geum Ja. Saat tahu Jung In memasak, Han Se akhirnya membatalkan niatnya.

Sung Joon mencari Ji Soo yang keluar rumah. Dia bertemu Ji Soo di halaman belakang. Sung Joon mencoba kembali mendekati Ji Soo, dia berkata bahwa semua orang punya masa lalu.
“Saya kehilangan semua uang di vegas, saya seriung ditilang surat tilangku sampai ada 100”, kata Sung Joon.
Ji Soo tak memperdulikannya, menurutnya masa lalunya jauh lebih kelam dari itu.

Dalam kesempatan itu Han Se berkata akan memberikan bonus mobil dari Global Motors untuk Hyun Soo. Semua bertepuk tangan untuk Hyun Soo. Hyun Soo merasa tak enak karena cuma dirinya yang ditawarkan. Namun semua merasa Hyun Soo berhak mendapatkannya. Han Se bertanya mobil apa yang diinginkan Hyun Soo. Jung In memberinya kode agar dia mengambil mobil BEAT (aku juga mau dong Beat, mobilnya lucu keren cocok buat pergi ma adam haha). Hyun Soo lalu menjawab ingin mobil BEAT yang mereka rancang bersama, padahal Geum Ja ingin mobil penumpang yang bisa untuk banyakan hehe.
“Mam, mobil ini yang terbaik”, hibur Hyun Soo.

Sung Joon akan pergi ke luar. Di depan segerombolan gang motor dari masa lalu Ji Soo datang menghadangnya. Ketua gank itu adalam mantan pacar Ji Soo, dia tahu Ji Soo sekarang berhubungan dengan Sung Joon. Dia tidak rela Ji Soo berhubungan dengan laki-laki lain. Mereka mengajak Sung Joon ke suatu tempat, lalu mereka menghajarnya habis-habisan.
Ji Soo akan pulang, gerombolan gang motor itu melemparkan jaket Sung Joon pada Ji Soo. Ji Soo tahu pasi ada yang tidak beres. Dia berlarian mencari Sung Joon. Ji Soo lalu menemukan Sung Joon duduk di taman dan terluka. Dia lari menghampiri Sung Joon dan menangis sedih.
“Ahjushi, kamu baik-baik saja?”, tanya Ji Soo panik (Ji Soo selalu memanggil Sung Joon Ahjushi, bukan Oppa..mungkin karena umur atau statusnya merasa terpaut jauh)
“Ji Soo siapa mereka itu?”, tanya Sung Joon heran. (heran ujug2 dihajar gangster hehe)
“Maafkan aku.. maafkan aku”, sesal Ji Soo, dia memeluk Sung Joon.

Pesta di rumah Hyun Soo telah usai. Hyun Soo mengumpulkan anggota keluarga, dia ingin bicara sesuatu pada mereka semua. Dari dapur Jung In dengan khawatir berusaha mencegah Hyun Soo agar jangan mengatakannya.
Akhirnya Hyun Soo membicarakan rencana piknik mereka karena mulai lusa dan berikutnya kantor mereka libur. Jung In lega mendengarnya. Hyun Soo mengajak acara Paradise Trip ini untuk piknik ke tempat bermain ski. Tapi kakek menolak ikut karena terlalu dingin untuk uang tua seperti dirinya.

Larut malam, Jung In dan Hyun Soo janjian ketemu di luar rumah. Jung In mengagetkan Hyun Soo dan memeluknya dari belakang. Dia mengucapkan selamat secara pribadi kepada Hyun Soo. Jung In berkata dia sangat bangga pada Hyun Soo
“Aku akan memberimu 5 hadiah”, kata Jung In.
Jung In lalu mengecup pipi Hyun Soo 5 kali. Tapi Hyun Soo merasa ada yang kurang dia ingin lebih (ah banyak anak –anak nih hehe). Jung In berharap hari ini bisa mendapat kesan baik dari Geum Ja karena sudah berusaha membantunya seharian. Hyun Soo berterimakasih atas usaha keras Jung In. Tak lama kemudian mereka melihat Jung Kyung dan Ji Soo datang membopong Sung Joon yang terluka. Mereka lalu membawa Sung Joon ke kamarnya. Ji Soo dan Jung Kyung menyiapkan ramuan teh. Tapi Sung Joon masih ingin ditemani oleh Ji Soo. Hyun Soo berbicara dengan Jung Kyung bahwa lusa saat piknik keluarga dia ingin mengungkapkan hubungannya dengan Jung In kepada orang tua mereka.

Di kantor, Hyun Soo mengadakan presentasi mengenai tes uji coba mobil BEAT terhadap tabrakan. Di meeting itu Han Se selalu menganggu Jung In. Hyun Soo kesal. Han Se lalu bertemu Hyun Soo secara pribadi di ruangannya. Han Se masih percaya bahwa lewat waktu dia masih bisa mengambil hati Jung In. Dia mengejek Hyun Soo yang belum pasti mendapatkan ijin keluarganya. Han Se kemudian menyinggung soal cincin itu. Jung In kebetulan ada di sana dan menguping pembicaraan.
“Bagaimana jika keluargamu tahu kamu menghabiskan hasil kerjamu untuk mmebayar cincin itu?”, desak Hyun Soo. Tapi Hyun Soo juga percaya lambat laun keluarga akan mengerti karena dia percaya keluarganya. Han Se juga berkata bahwa dia bisa mendapatkan rumah Jung In yang merupakan harapan Jung In. Tapi Hyun Soo berkata tegas bahwa dengan daya upayanya sendiri, dia akan bisa merusaha memenuhi harapan Jung In satu persatu.

Hyun Soo mendapat pesan dari Jung In bahwa Jung In berkencan dengannya selama 5 menit. Hyun Soo lalu keluar kantor. Jung In sudah menunggunya dengan sebuah mobil BEAT kuning (eh yang kuning juga ternyata keren). Mobil ini yang akan diberikan oleh global pada Hyun Soo. Jung In mengclaim bahwa ini mobil mereka berdua. Dia lalu mengalungkan kunci mobil ke leher Hyun Soo, dia juga punya kunci mobil yang lain di lehernya.
Jung In mempersilakan Hyun Soo masuk ke mobil. Di dalam mobil terpasang tulisan berhias “MONGU”, singkatan dari Bodoh + Kodok (bhs indonesianya Bodok kali, kataku ko ga keren yang satu bodoh yang satu kodok walah walah).
Hyun Soo merasa aneh atas nama baru mereka.
“Apa kau jadi aneh karena sudah kelamaan tinggal di rumahku ya”, tebak Hyun Soo
“Aku ingin tinggal di sana selamanya”, kata Jung In
“Hey kau jangan mendahului, harusnya bagian laki-laki yang melamar”, canda Hyun Soo.
“Ayo sudah, ini sudah 5 menit”, tambah Hyun Soo mengingatkan untuk kembali kerja
“Masa kau pergi begitu saja”, sahut Jung In manja, dia mengharapkan sesuatu
“Eh malu, ini khan di kantor”, jawab Hyun Soo.

Jung In kali ini mendatangi Han Se di ruangannya. Dia tahu Han Se ingin memberinya rumah lamanya sebagai hadiah natal. Jung In menganggap usaha Han Se akan sia-sia karean itu dia sudah tidak terlalu mengharapkan rumah itu, karean itu hanya masa lalunya. Jung In sudah punya keinginan untuk masa depannya
“Tapi aku sekarang ingin bersama keluarga Hyun Soo, dam itu 10 kali bahkan ribuan kali lebih berharga dari rumah itu”.

Di rumah, keluarga merencanakan kepergian mereka untuk besok malam. Hyun Soo berkata ingin pergi langsung dari kantor bersama Jung In untuk menghemat waktu (padahal mereka jg ingin berduaan aja sih hehe).
Tapi Sang Hoon yang curiga tidak membiarkan hal itu terjadi. Mereka lalu sepakat bertemu di suatu tempat. Kakek masih tidak mau ikut. Walau piknik kali ini disponsori Hyun Soo, Kakek memberi Hyun Soo tambahan bekal uang Hyun Soo juga minta maaf karena kali ini mereka belum bisa mengajak Sung Joon ikut serta. Joo Hee merasa dia tidak punya baju yang cocok untuk main ski.. Kakek juga telah menyiapkan hadiah baju untuk keluarga Seo termasuk Ji Soo. Ternyata setelan baju training warna merah yang mirip dengan training keluarga Kang yang berwarna hijau.
Tapi kakek ga mau rugi di belakang bajunya tetap diberi cap car centre mereka (hehe si kakek ni numpang promosi terus). Jo Hee awalnya agak kecewa tapi Jung In menghiburnya bahwa itu warna kesukaan ibunya.

Pagi hari, Hyun Soo berusaha mengambil hati mama Jung In . Hyun Soo memuji penampilan Joo Hee dengan baju training merahnya yang baru. Joo Hee senang。Hyun Soo tak lupa memberikan puisi yang telah dia susun di secarik kertas untuk minta dibacakan saat piknik nanti. Joo Hee tersentuh. Dia dengan senang hati akan memperbaiki dan membacakan puisi itu nanti. Jung In melihat usaha kekasihnya dan memuji tindakannya untuk mendekati keluarganya
“Tapi ini tidak seberat usahamu membantu ibuku kemarin di dapur”, kata Hyun Soo.
Mereka lalu melakukan tos dan berkata bahwa MONGU akan berjuang bersama-sama (mereka kalau tos ko adu kepal ya bukan adu tapak tangan ya). Jung In dan Hyun So lalu saling menggandeng lengan masing-masing dan berputar bersama. Sang Hoon memperhatikan keakraban mereka berdua.

Hari ini hari kerja terakhir sebelum libur panjang akhir tahun. Han Se tak lupa membagi bonus buat timnya. Malam hari sebelum berangkat piknik, Jung In ingin pergi dahulu ke suatu tempat. Tempat itu ternyata rumahnya dahulu. Jung In membelai patung kesayangannya dan mengucapkan selamat tinggal. Dia bermaksud merelakan rumah itu.
Dia lalu menemui Hyun Soo dan sudah menyiapkan 2 kaleng kopi.
“Ini kopi untuk makanan penutup, anggap kita sudah melakukan pesta barbeque dan sekarang kita minum dessertnya”, kata Jung In yang merasa bahwa dia tidak berusaha mendapatkan rumah itu lagi. Hyun Soo heran bagaimanapun dia tahu bahwa ini rumah harapan Jung In.

Jung In berkata bahwa tadinya ini rumah kenangannya juga kenangan pada kakeknya . Tapi sekarang dia sadar bahwa saat dia di rumah Hyun Soo, kakeknya ada terus bersamanya. Ingatan akan kakeknya tak kan pernah hilang dan ada terus bersamanya di manapun. Jung In berkata bahwa dia ingin selamanya tinggal bersama Hyun Soo di rumah Hyun Soo. Mereka lalu meninggalkan rumah itu untuk berangkat piknik.

Saat hari piknik. Kakek ditinggal di rumah bersama Sung Joon. Tak lama kemudian kakek ke datangan tamu. orang itu Nyo Soo, teman kencan Joon Bae. Sejak wanita itu tau kakek Kang banyak simpanan uangnya , dia mulai mendekati kakek. Kakek Kang bingung ada wanita ke rumahnya. Sung Joon salah kira, dikiranya  kakek ingin berdua saja dengan wanita itu. Dia lalu pergi meninggalkan kakek di rumah. 

Sekertaris Kim mengutarakan fakta baru pada Lee Han Se bahwa mereka kesulitan memberi rumah Jung In dari Kakek Joon Bae karena rumah itu ternyata atas nama orang lain. Lee Han Se lalu menelepon Seo Jung Kil yang sedang bersama Sang Hoon, Geum Ja dan istrinya dalam perjalanan piknik menuju resort ski.
“Ayah mertua, kau harus segera kembali. Kita telah menemukan nama orang yang terdaftar di rumah itu”, kata Han Se
Jung Kil ingin kembali, sang hoon memarahinya (ya dijalan tol kok..)
“Siapa namanya?”, tanya Jung Kil. Jung Kil kaget mendengarnya “Ha..Baek..baek Geum Ja?!”
“Hey, mengapa kau menyebut namaku!”, kata Geum ja curiga.

Sinopsis Smile, You episode 24

Cinta tak selalu manis ada sedih ada cemburu

Jung Kil kabur membawa surat wasiat. Kakek marah dan minta keluarga mengejar dan mengambil surat wasiat itu. Jung Kil lari di kejar-kejar anggota keluarga di halaman. Dia berlari ke sana kemari, yang lain ada yang menghadang ada juga yang mengejar. Han Se ada dipihak Jung Kil. Jika tertangkap dia mengoper/melepar surat itu pada Han Se.
Han Se terjepit dia mengoper surat itu lagi pada Jung Kil. Suasana jadi heboh seperti permainan rugby. Surat wasiat itu akhirnya jatuh ke tanah, mereka berebutan mengambil surat wasiat, namun semuanya malah jatuh bertumpuk tumpuk. Kakek akhirnya datang mengambil surat itu.

Kakek marah juga sangat kecewa, kesehatannya jadi terganggu. Sang Hoon membawa Kakek beristirahat di kamar. Tapi Jung Kil yang tidak tahu aturan terus memaksa masuk menemui kakek walau semua orang berusaha menahannya. Jung Kil ingin kakek membuka kepada mereka semua apa sebenarnya isi surat wasiat itu.

Kakek akhirnya bicara di depan semua anggota keluarga. Kakek berkata jika mereka ingin tahu isi surat itu sama saja mereka harus memutuskan hubungan antara 2 keluarga. Jung In dan Hyun Soo langsung cemas mereka tidak mau hubungan mereka putus
Jung Kil berkata tidak akan mengusir mereka semua jika mendapatkan rumah itu.
"Menurutmu surat wasiat ini tentang rumah, hubungan keluarga semumur hidup tidak bisa dihitung dengan sebuah rumah!", kata Kakek. Jika surat itu dibuka kakek meminta Keluarga Seo meninggalkan rumah.
Kakek akhirnya menaruh surat itu di atas meja. Semua orang tegang, Jung Kil ingin mengambilnya. tapi Hyun Soo terlebih dahulu merebutnya.
Dia tidak mau hubungan ini putus begitu saja. Hyun Soo memberi saran agar semua orang menunggu sampai kakek siap memberi tahu mereka semua.

Jung Kil tetap ingin membacanya. Kakek kecewa dan masuk ke kamar. Jung In sangat cemas dan sedih.
Jung Kil membuka surat itu, dengan perlahan dia membuka dan melihat isinya sekilas. Lalu dia terkejut membacanya lalu melipatnya kembali.
"Aku tidak membacanya, bagaimana aku bisa membacanya kalau kau terus menatapku tajam!", kata Jung Kil menyangkal kepada Geum Ja
Dia lalu memberikan surat itu,  kembali kepada kakek dan memohon maaf.

Geum Ja tidak percaya, Jung Kil tak membacanya. Tapi Hyun Soo dan Jung In ingin percaya dan meminta semua orang percaya.

Malam itu di kamar bawah Han Se tidak mau jauh-jauh dari Hyun Soo, dia memengang hyun Soo erat-erat, dia takut Hyun Soo akan menyelinap ke kamar Jung In. Sung Joon akhirnya keluar membeli minuman agar mereka bertiga bisa tidur. Di luar dia bertemu Ji Soo yang ternyata sedang  menunggunya. Sung Joon sangat senang melihat Ji Soo, Sung Joon memegang wajah Ji Soo dengan sayang , wajahnya dingin karena kedinginan di luar (dulu aku ga suka Sung Joon, sekarang jadi suka walau ga secakep HS tapi keren juga)
Tapi Sung Joon kaget dan kecewa karena Ji Soo malah mengembalikan cincin yang dia berikan padanya. Sung Joon lalu menarik Ji Soo ke taman dan berbicara berdua. Ji Soo merasa tidak cocok dengan SUng Joong dan minta dia memberikan cincin itu ke gadis yang baik-baik.
"Three star...itu karena aku pernah tiga kali berada di sana..dibalik jeruji", kata Ji Soo jujur akan masa lalunya.
Sung Joon syok begitu tahu Ji Soo tidak bercanda, kakinya sampai lemas, dia lalu pergi dari sana dengan linglung. dia mengaku ingin membeli minuman tapi sebenarnya dia sedang syok ingin sendirian dan menenangkan diri.
 Ji Soo menangis , dia jadi merasa bahwa Sung Joon pasti tidak akan bisa menerima masa lalunya.
Sung Joon lalu kembali, tapi Ji Soo sudah tidak ada, hanya cincin yang dia tinggalkan di sana.

Sung Joon pulang membawa cemilan dan bir ke kamar, dengan hati yang hancur. Dia jadi benar-benar ingin minum. Hyun Soo, Han Se dan Sung Joon minum bersama.
Sung Joon lalu curhat
"Apa masa lalu itu begitu penting?", tanya Sung Joon
"Tentu", jawab Has Se ,    "Lebih penting masa sekarang", jawab Hyun Soo. Sung Joon merasa lega oleh jawaban Hyun Soo.
"Apa artinya jika gadis mengembalikan cincin?", tanya Sung Joon
"Dia tidak ingin bersama lagi", jawab Hyun Soo. "Dia marah", jawab Han Se. Sung Joon kali ini lega oleh  jawaban Han Se.
Han Se dan Hyun Soo akhirnya sadar bahwa Sung Joon pasti habis dicampakkan seorang gadis.

Pagi hari saat sarapan, mereka kedatangn tamu yang tak disangka-sangka. Mama Lee han Se datang ke rumah kakek ingin membawa anaknya pulang. Han Se kaget ibunya menemukannya. Geum Ja langsung menasehati Jung In untuk berbaikan dengan Han Se. Jung In merasa sedih dengan sikap Geum Ja.
Jung Kil, Mama Han Se dan kakek berbicara terpisah, Han Se juga ada di sana. Mama Han Se akhirnya mengijinkan anaknya untuk berkencan lagi dengan Jung In asal anaknya mau pulang dan kembali ke Global. Han Se sangat senang, juga Jung Kil dan Geum Ja. Namun kakek mengingatkan mama Han Se agar tidak sewenang-wenang. Kakek juga tegas menolak dipanggil Supir Kang, dia Kang Man Bok pemilik car centre.
Kakek mengingatkan mama Han Se karena pernah menyakiti hati Jung In, yang sudah dia anggap bagai cucunya sendiri. Jung In sedih mengingat masa lalunya tapi dia juga terharu karena kakek membelanya. Tapi Geum Ja yang tidak mau tahu perasaan Jung In, menarik Jung In dan mendorong dia keluar untuk berbaikan lagi dengan Han Se. Mama Han Se meminta maaf pada Jung In (kayaknya ga tulus nih). Jung In sedih dan merasa tidak enak. Hyun Soo kesal dan cemburu.

Saat bersih-bersih Geum Ja menyelinap ke kamar kakek, dia masih penasaran dengan surat wasiat itu dan berusaha mencarinya. Geum Ja menemukan surat itu, tapi kakek sudah menyegelnya lagi, dia berusaha membuka segel hati-hai dengan cara diuap di dapur. Geum Ja berhasil membukanya. Dia kaget melihat isi surat wasiat itu.
Di kantor, Han Se mengumumkan kepada Tim BEAT bahwa dia rujuk lagi dengan Jung In. Hyun Soo kesal dia sampai membanting kertas ke meja. Dia lalu mengajak Han Se berbicara 4 mata. Hyun Soo memperingatkan Han Se agar jangan bertindak seperti itu lagi karena Jung In tidak menginginkan hal itu.
"Bukankah dulu kau yang bertanya padaku bagaimana mengambil hati Jung In!? Aku peringatkan ini untuk yang terakhir kalinya!", ancam Hyun Soo

"Kamu tidak berhak mengancamku karena kamu sendiri saja tidak berani berkata pada keluargamu", sindir Han Se
"Aku belum bicara karena aku tidak ingin membuat Jung In menangis!", tegas Hyun Soo

Jung In, Hyun Soo sedang membantu melakukan persiapan terakhir launching mobil BEAT mereka.
Geum Ja dan Sang Hoon dijemput oleh global untuk datang juga ke upacara launcing mobil BEAT buatan Hyun Soo. Begitu melihat Geum Ja dan Sang Hoon datang, Jung In langsung sembunyi dan kabur dari sana diam-diam. Hyun Soo berusaha mencegahnya tapi Jung In berkata bahwa dia tidak mau merusak suasana karena besok mereka berencana mengutarakan hubungan mereka saat paradise trip.

Saat Jung In akan pulang, di luar dia malah bertemu dengan rombongan Han Se. Jung In tidak bisa menolak dan berbuat apa-apa saat Han Se dan ibunya membawanya dalam rombongan mereka. Jung In masuk ruangan dan diperkenalkan sebagai istri Han Se.
Hyun Soo kaget dan langsung tidak senang.
Jung In merasa tak nyaman, saat acara dia ingin tetap bersama orang tua Hyun Soo, Geum Ja dan Sang Hoon. Geum Ja khususnya dan Sang Hoon sangat bangga melihat keberhasilan anaknya. Dia pun memanggil Hyun Soo dengan sebutan Manager Kang dengan bangga.

Hyun Soo lagi-lagi kesal dan semakin cemburu saat Han se mengajak Jung In ikut menandatangani mobil, di atas head lampnya. Jung In ikut dengan terpaksa, dia menuliskan kata "bodoh" di headlamp itu.
"Apa itu?", kata Han Se yang heran.
"Itu tanda tanganku", kata Jung In sambil memandang Hyun Soo dengan perasaan bersalah.
Jung In berusaha terus bersama Geum Ja dan memberi kesan baik pada Geum Ja.
Namun Geum Ja cuek dia malah menyuruh Jung In duduk di sebelah mama Han Se. Hyun Soo kali ini sudah tidak tahan lagi.

Saat Han Se sedang mengucapkan kata sambutan, Hyun Soo menarik lengan Jung In dan membawanya menyingkir dari sana.

Han Se tidak terima, dia lalu mempercepat sambutannya dan memanggil-manggil manager Kang Hyun Soo untuk sambutan berikutnya. Sang Hoon berusaha mengejar Hyun Soo. Jung In panik karena mereka memanggil nama Hyun Soo. tapi Hyun Soo tidak peduli. Jung In membujuk Hyun Soo kembali karena hari ini penting buat orang tua Hyun Soo
"Mengapa kamu mau bertindak bodoh seperti itu?!"
"Aku tidak apa-apa aku bisa menahan semua itu. Oppa kembalilah mereka memanggilmu lagi", jawab Jung In panik
"Bukan kamu, tapi aku yang jadi tampak bodoh!", kata Hyun Soo cemburu, dia tak peduli dengan yang lain
Hyun Soo langsung memegang Jung In dan menciumnya saat itu juga (yang blom 17 th harus disensor ya hehe). Mereka terlihat oleh Sang Hoon.

Hyun Soo lalu menatap Jung In dalam-dalam
"Jung In, aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Kamu akan menangis mulai sekarang"